Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Dorong Seleksi Genomik, Percepat Peningkatan Mutu Ternak Indonesia

22/09/2026 13:48:00 Admin Satker 4

Tangerang — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pemuliaan ternak Indonesia memasuki tahap yang lebih presisi. Seleksi ternak tidak lagi hanya bertumpu pada penampilan fisik dan silsilah, tetapi mulai diperkuat dengan informasi DNA untuk mengetahui potensi genetik ternak sejak lebih dini.

Pengembangan tersebut menjadi pembahasan dalam talkshow Precise Improvement Through Genetic Selection: Membangun Peternakan Indonesia Berbasis Genetik Unggul di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (17/9/2026).

Mewakili Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Hary Suhada mengatakan peningkatan mutu genetik tidak dapat dikerjakan pemerintah sendiri.

Menurut Hary, teknologi reproduksi, kualitas sumber daya manusia, riset, data, serta keterlibatan dunia usaha harus bergerak bersama agar perbaikan genetik dapat berlangsung lebih cepat dan menghasilkan ternak yang semakin produktif.

“Penguatan genetik tidak bisa dilakukan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dengan pelaku usaha genetik, perguruan tinggi, lembaga riset, serta pengembangan teknologi reproduksi seperti transfer embrio untuk mempercepat peningkatan populasi ternak berkualitas,” ujar Hary.

Langkah tersebut sejalan dengan transformasi Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang menuju BEStGen atau Balai Embrio dan Sertifikasi Genomik. Transformasi itu telah diperkenalkan BET dalam rangkaian ILDEX Indonesia 2026 sebagai bagian dari penguatan teknologi reproduksi dan pemanfaatan informasi genomik.

Kepala BET Cipelang Deasy Zamanti mengatakan perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan Indonesia dalam mengelola sumber daya genetik ternak secara lebih maju.

“Kalau kita tidak melangkah maju, masa kita terus di titik nol? Ini adalah titik awal kita untuk melangkah menjadi lebih maju,” kata Deasy. Menurut Deasy, pengembangan BEStGen diarahkan untuk memperkuat pengelolaan informasi dan material genetik ternak. Data tersebut nantinya dapat mendukung seleksi, konservasi plasma nutfah, serta pengembangan ternak yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia.
...
Ditjen PKH Kementan RI

Youtube TikTok Facebook Instagram X
Whatsapp