Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Perkuat Hilirisasi Ayam Terintegrasi di NTB, Perluas Peluang Pasar bagi Peternak

17/09/2026 16:51:00 Admin Satker 4

Nusa Tenggara Barat — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem perunggasan nasional yang terhubung dari hulu hingga hilir. Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu wilayah yang dipersiapkan dalam pengembangan tersebut, dengan penguatan kapasitas peternak dan penyuluh sebagai bagian penting dari prosesnya.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Nusa Tenggara Barat, Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang diikuti oleh 55 peserta dari unsur pemerintah, penyuluh, dan peternak ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan dan penguatan HAT yang telah dilakukan secara bertahap.

Bimtek tersebut membahas sejumlah aspek yang mendukung kesiapan peternak dalam ekosistem HAT, mulai dari tata kelola usaha, penerapan teknologi, Good Farming Practice (GFP), biosekuriti, kemitraan, hingga peluang akses pasar.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada, dalam hal ini diwakili oleh Ketua Kelompok Pengawasan dan Penerapan Mutu Ternak dan Tata Kelola Perbibitan dan Produksi Ternak, Eliza Diany, mengatakan HAT dibangun untuk memperkuat keterhubungan rantai usaha, bukan sekadar meningkatkan produksi di tingkat budidaya.

“Hilirisasi Ayam Terintegrasi bukan sekadar memindahkan aktivitas dari hulu ke hilir, tetapi membangun ekosistem usaha yang saling terhubung dari pembibitan, budidaya, pengolahan hingga pasar. Dengan hilirisasi, nilai tambah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi peternak serta masyarakat daerah,” ungkap Eliza, Jumat (11/9/2026).

Menurut Eliza, keterhubungan tersebut membutuhkan fondasi hulu yang kuat dan memenuhi standar. Karena itu, penerapan Good Breeding Practice (GBP) dan Good Farming Practice (GFP) menjadi bagian penting dalam mendukung proses produksi yang berkualitas, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Repost Ditjen PKH Kementan RI

Youtube TikTok Facebook Instagram X
Whatsapp